Kursus yang tersedia

Konsep kimia dasar yang relevan dengan praktik keperawatan: asam-basa, elektrolit, kimia organik biomolekul, farmakokinetik dasar, dan reaksi obat dalam tubuh.

Sejarah profesi keperawatan, paradigma keperawatan, falsafah dan teori keperawatan (Nightingale, Henderson, Orem, Roy, Watson, Leininger), sistem pendidikan keperawatan, dan organisasi profesi PPNI.

Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam praktik keperawatan, mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam karya tulis ilmiah, termasuk tata bahasa, ejaan, dan struktur penulisan akademik.

Studi struktur dan fungsi tubuh manusia mencakup sistem-sistem utama: muskuloskeletal, kardiovaskular, respirasi, gastrointestinal, urinaria, endokrin, saraf, dan reproduksi.

Mata kuliah yang membahas konsep dasar profesi keperawatan, paradigma keperawatan, dan teori-teori keperawatan dari para tokoh seperti Florence Nightingale, Virginia Henderson, dan Dorothea Orem.

K3 untuk perawat: bahaya pekerjaan (biologis, fisik, kimia, ergonomik, psikososial), APD, penanganan sampah medis sesuai PP 101/2014, ergonomi mengangkat pasien, dan pencegahan needlestick injury.

Praktikum laboratorium 32 keterampilan dasar keperawatan: vital signs, hygiene, mobilisasi-positioning, nutrisi, eliminasi, oksigenasi, dan terapi panas-dingin. Dengan checklist dan rubrik penilaian.

Mikrobiologi klinis: bakteri, virus, fungi, parasit yang relevan untuk praktik keperawatan. Mekanisme infeksi, sterilisasi-desinfeksi, dan pencegahan transmisi penyakit menular.

Konsep gizi seimbang, terapi diet untuk berbagai kondisi penyakit (DM, hipertensi, gagal ginjal, kanker), perhitungan kebutuhan kalori, dan asuhan gizi terstandar di rumah sakit.

Aplikasi konsep Maslow dalam asuhan keperawatan: pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, eliminasi, mobilisasi, istirahat-tidur, kebersihan diri, dan rasa nyaman-aman. Dilengkapi praktikum laboratorium.

Pembelajaran tentang teknik komunikasi terapeutik untuk membangun hubungan profesional perawat-klien. Materi: SOLER, active listening, empati, validasi perasaan, dan komunikasi pada kelompok khusus (anak, lansia, gangguan jiwa).

Bahasa Inggris untuk konteks keperawatan: medical terminology, nursing documentation in English, patient communication, paper presentation, dan jurnal reading.

Pengembangan profesional perawat: time management, stress management, communication skills, conflict resolution, dan continuing professional development (CPD).

Prinsip etika keperawatan (otonomi, beneficence, non-maleficence, justice), kode etik PPNI 2024, UU Keperawatan No. 38/2014, dilema etik, dan pengambilan keputusan etis dengan model 5 langkah.

Patofisiologi sistem tubuh manusia: mekanisme penyakit, respons sel-jaringan, dan kompensasi homeostasis. Korelasi dengan asuhan keperawatan medikal bedah.

Prinsip farmakologi, golongan obat, mekanisme kerja, efek samping, dan peran perawat dalam manajemen obat.

Asuhan keperawatan pada bayi, balita, dan anak dengan berbagai masalah kesehatan. Pendekatan family-centered care.

Asuhan keperawatan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir. Mencakup ANC, INC, PNC, dan manajemen laktasi.

Asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan gangguan sistem pernapasan, kardiovaskular, hematologi, dan onkologi. Pendekatan menggunakan kerangka NANDA-NIC-NOC.

Konsep atraumatic care minimalisasi distress anak hospitalisasi. Therapeutic play (medical play, dramatic play, creative play), distraction techniques, dan child-life specialist approach.

Asuhan keperawatan pasien kanker: kemoterapi-radioterapi side effect management, perawatan akses vena, mukositis, pain management, dan psikososial care.

Pengenalan SIM keperawatan, electronic health record (EHR), telenursing, mobile health apps, e-resep, clinical decision support, dan etika data kesehatan digital.

Metode pendidikan kesehatan, pengembangan media promkes (leaflet, video, poster), strategi promosi PHBS di komunitas, dan evaluasi program promkes.

Asuhan paliatif holistik: manajemen nyeri kronik dan gejala akhir kehidupan, komunikasi terapeutik dengan pasien terminal dan keluarga, etika DNR, dan grief support.

Asuhan keperawatan lansia: comprehensive geriatric assessment, manajemen sindrom geriatri (jatuh, delirium, demensia, polifarmasi), terapi modalitas lansia, dan caregiver support.

Konsep dan implementasi patient safety di rumah sakit: 6 sasaran keselamatan pasien (SKP), incident reporting, root cause analysis, just culture, dan high reliability organization. Sesuai standar KARS-SNARS 1.

Asuhan keperawatan klien dengan masalah psikososial dan gangguan jiwa. Mencakup terapi modalitas (TAK, terapi keluarga), strategi pelaksanaan (SP), komunikasi terapeutik pada gangguan jiwa, dan psikoedukasi.

Lanjutan KMB I: asuhan keperawatan klien dewasa dengan gangguan sistem endokrin, perkemihan, pencernaan, muskuloskeletal, integumen, dan persepsi sensori. Pendekatan NANDA-NIC-NOC.

Mata kuliah ini membekali mahasiswa kompetensi mendeteksi dini gangguan nutrisi dan sarkopenia pada lansia. Mahasiswa mempelajari perubahan fisiologis penuaan, patofisiologi malnutrisi, dan mekanisme penurunan massa otot. Keterampilan inti meliputi penggunaan instrumen Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF), kuesioner SARC-F, dan pengukuran kekuatan genggaman dengan handgrip dynamometer sesuai ambang batas AWGS 2019. Mahasiswa juga merancang bundle intervensi gizi berupa fortifikasi protein serta program latihan resistensi progresif, menyusun rencana asuhan keperawatan gerontik, dan mendokumentasikan evaluasi. Pembelajaran menggunakan studi kasus panti werdha, praktik laboratorium, dan diskusi reflektif untuk menumbuhkan penalaran klinis berbasis bukti.

Mata kuliah ini membekali mahasiswa kemampuan asuhan keperawatan maternitas pada kala IV persalinan dengan penekanan deteksi dini perdarahan postpartum (PPH). Mahasiswa mempelajari fisiologi hemostasis uterus, faktor risiko atonia uteri, batas normal kehilangan darah, serta estimasi objektif menggunakan kantong pengumpul darah berkalibrasi. Materi inti mencakup penerapan bundle E-MOTIVE WHO (Early detection, Massage, Oxytocics, Tranexamic acid, IV fluids, Examination), masase uterus, manajemen aktif kala tiga, dan checklist observasi kala IV per 15 menit. Pembelajaran memadukan kuliah, diskusi kasus, dan simulasi laboratorium agar mahasiswa mampu mengambil keputusan klinis cepat dan tepat demi keselamatan ibu nifas.

Mata kuliah ini membekali mahasiswa kemampuan mengenali tanda perburukan klinis anak secara dini menggunakan Pediatric Early Warning Score (PEWS) usia-spesifik yang diperkaya komponen kekhawatiran orang tua. Pembahasan mencakup fisiologi kompensasi anak, nilai normal tanda vital per kelompok usia, penilaian tiga komponen PEWS (perilaku, kardiovaskular, respirasi), serta peran kekhawatiran orang tua sebagai sinyal dini. Mahasiswa berlatih menghitung skor, menginterpretasikan ambang aktivasi, mengisi lembar observasi dan formulir kekhawatiran orang tua, serta menjalankan jalur eskalasi diaktivasi keluarga. Metode pembelajaran memadukan kuliah, diskusi kasus, dan simulasi laboratorium klinik. Evaluasi meliputi ujian tulis, penilaian keterampilan skoring, dan studi kasus terstruktur untuk memastikan pencapaian kompetensi keselamatan pasien anak di ruang rawat inap.

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kompetensi melakukan skrining gangguan menelan di sisi tempat tidur pada pasien stroke akut. Materi meliputi anatomi-fisiologi menelan, patofisiologi disfagia neurogenik, dan mekanisme terjadinya pneumonia aspirasi. Mahasiswa berlatih menerapkan Gugging Swallowing Screen (GUSS) tiga tahap, menginterpretasi skor 0-20, menentukan rekomendasi diet dan status puasa (NPO), serta mengisi form audit dokumentasi penundaan diet oral. Pembelajaran menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi laboratorium klinik, dan studi kasus bangsal neurologi. Penilaian mencakup ujian tulis, observasi keterampilan skrining (OSCE), dan laporan asuhan keperawatan gangguan menelan.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: tahapan perkembangan balita 4 domain (motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal-sosial), instrumen DDST-II & KPSP langkah demi langkah, interpretasi hasil (normal/suspek/tak teruji), red flags perkembangan, stimulasi sesuai usia, alur rujukan, integrasi SDIDTK Kemenkes, pemberdayaan kader. Praktik di posyandu binaan. Studi pelatihan 96 kader 12 posyandu Jakarta Utara.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: anatomi-fisiologi laktasi (prolaktin-oksitosin, refleks let-down), laktogenesis I-III, teknik pijat oksitosin (dilatih ke keluarga), posisi & perlekatan benar, manajemen masalah menyusui (puting lecet, bengkak, mastitis), ASI perah & penyimpanan, BSES-SF, konseling menyusui, dukungan suami. Praktik Lab Maternitas + puskesmas PONED. Studi RCT 156 ibu 5 puskesmas Jakarta.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: pentingnya KB pasca-salin, unmet need Indonesia (32%), jarak kelahiran ideal, metode kontrasepsi (MKJP: IUD, implan; non-MKJP: pil, suntik, kondom), kesesuaian menyusui (LAM, progestin-only), decision aid counseling, Decisional Conflict Scale, konseling antenatal-postpartum, efek samping & penanganan, pelayanan PONED. Praktik di Poli KB Puskesmas Mitra. Studi RCT 180 ibu 6 puskesmas PONED Jakarta.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: fisiologi termoregulasi anak, demam vs hipertermia, kejang demam sederhana vs kompleks, patofisiologi, pertolongan pertama kejang (recovery position), manajemen demam (parasetamol, kompres hangat), kapan rujuk RS, pencegahan, edukasi orang tua berbasis booklet, mitos-fakta. Praktik di Lab Anak + Poliklinik Anak RS Mitra. Studi 156 orang tua 4 RS Jakarta.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: anatomi-fisiologi respirasi, patofisiologi asma & COPD, klasifikasi kontrol asma (GINA), Asthma Control Test (ACT), Asthma Action Plan personal (zona hijau-kuning-merah), peak flow meter monitoring (PEFR), inhaler technique (MDI, DPI, spacer), nebulizer, edukasi pemicu asma, manajemen serangan akut, self-management. Praktik di Lab KMB + Poliklinik Paru RS Mitra. Studi RCT 120 pasien RS Persahabatan.

Mata kuliah 3 SKS Semester V peminatan: anatomi-fisiologi kardiovaskular, sindrom koroner akut, PCI & CABG, 4 fase cardiac rehabilitation, home-based CR, 6-Minute Walk Test (6MWT), tele-monitoring, exercise prescription FITT, edukasi faktor risiko (LDL, hipertensi, merokok, obesitas), manajemen psikososial pasca-MI. Praktik klinik di RS Jantung Harapan Kita / RS dengan unit kardiologi.

Mata kuliah 2 SKS Semester V: developmental psychology anak 6-12 tahun, teori kecemasan pre-op (mYPAS), emergence delirium (PAED scale), strategi distraction-based (video animasi 3D, music therapy), play therapy, persiapan orang tua (parental presence at induction), Wong-Baker pain assessment, manajemen anak fobia jarum. Studi RCT 96 anak 2 RS Anak Jakarta. Praktik klinik 2 minggu di Ruang Anak RS Mitra (RSAB Harapan Kita, RS Anak Bunda).

Mata kuliah 2 SKS Semester V peminatan: fisiologi nyeri persalinan, teori gate-control, dasar hypnobirthing (relaksasi progresif, visualisasi, anchor word), 4 sesi prenatal class structure, audio self-hypnosis Indonesia, integrasi kelas ibu hamil Puskesmas. Praktik di Lab Maternitas dengan simulasi role-play. Studi RCT 168 primipara 4 RS Bersalin Jakarta sebagai case-based learning.

Mata kuliah 3 SKS Semester V (peminatan): patofisiologi gagal ginjal kronik, modalitas RRT (HD, PD, transplantasi), prinsip hemodialisis (dialisat, ultrafiltrasi), akses vaskular (AVF, AVG, CVC) & perawatan, manajemen IDWG <=2 kg/sesi, diet rendah K+/P+/Na, kepatuhan obat fosfat binder, komplikasi (hipotensi intradialitik, kram otot, infeksi akses), self-care berbasis buku saku digital. Praktik di Unit HD RS Mitra (RS Pelni, RSUD Koja, RS Atma Jaya).

Mata kuliah 3 SKS untuk Semester V: konsep 4 pilar Family-Centered Care, PedsQL Family Impact Module, manajemen efek samping kemoterapi pediatrik, dukungan psikososial keluarga, peer-support group, paliatif anak, transisi end-of-life care, etika consent pediatrik. Praktik klinik 2 minggu di Ruang Anak RS Mitra (RSAB Harapan Kita, RSCM Anak).

Mata kuliah 2 SKS untuk Semester V membahas implementasi telenursing pasca-pandemi: infrastruktur teknologi, video call etika, EMR integration, SOP per spesialisasi (DM, hipertensi, post-op, paliatif), aspek hukum UU ITE & UU Keperawatan, case study 5 RS tipe B Jakarta. Praktik lab 8 simulasi telenursing dengan manekin & video review.

Konsep 1000 HPK (270 hari kehamilan + 730 hari pertama), ANC terpadu, suplementasi TTD-asam folat, gizi ibu hamil, kelas ibu hamil, ASI eksklusif, MP-ASI, deteksi stunting dini, dan integrasi Posyandu-Puskesmas.

Konsep patient safety, sentinel event taxonomy, root cause analysis (RCA), Failure Mode Effect Analysis (FMEA), just culture vs blame culture, HSOPSC, SBAR handoff, medication safety, fall prevention, dan akreditasi RS (SNARS/JCI).

Manual Lymphatic Drainage (MLD), complete decongestive therapy, compression garment fitting, body image therapy, peer support group, sexual health counseling, dan asuhan keperawatan paliatif kanker payudara stadium lanjut.

Konsep telenursing pasca-pandemi: platform video call (Zoom, Google Meet), aplikasi monitoring TD/glukosa, dokumentasi elektronik, etika dan privasi data pasien (UU PDP), TAM, dan pengelolaan penyakit kronis (HT, DM, jantung) berbasis jarak jauh.

Konsep spiritualitas dalam keperawatan, asesmen spiritual (FICA, SCCS-Indo), intervensi spiritual care, komunikasi terapeutik akhir kehidupan, grief support, dan dukungan untuk perawat.

Pendekatan multi-modal: pengkajian holistik, pacing strategy, breathing exercises, cognitive rehabilitation, CBT untuk kecemasan, family education. Mengacu WHO Clinical Management Guidelines 2024.

Surviving Sepsis Campaign 2024 bundle: identifikasi awal, antibiotik 1 jam, fluid resuscitation 30 mL/kgBB, vasopressor, monitoring lactate. Manajemen syok septik, DIC, ARDS, AKI sekunder.

Praktik telenursing: video consultation Zoom/Doxy.me, mobile health apps (Halodoc, Alodokter), remote patient monitoring dengan wearable, electronic health record cloud-based, dan etika data kesehatan digital.

Asuhan pasien thalassemia (transfusi PRC, kelasi besi), leukemia (kemoterapi induksi/konsolidasi/maintenance), anemia kronis, gangguan koagulasi, dan transplantasi sumsum tulang.

Asuhan keperawatan penyakit tropis: dengue/DBD/DSS, malaria, filariasis, demam tifoid, leptospirosis. Manajemen akut, monitoring komplikasi, isolasi, edukasi pencegahan, dan vektor kontrol berbasis komunitas.

Lanjutan onkologi: kemoterapi nursing (administrasi, ekstravasasi management, neutropenia), radioterapi nursing, palliative oncology, dan psychosocial support pasien kanker dan keluarga.

Asuhan keperawatan HIV/AIDS dan infeksi oportunistik: konseling VCT, ARV adherence, perawatan opportunistic infections, isolasi tepat, dan psychosocial-spiritual support pasien ODHA.

Konsep dasar kanker, terapi onkologi (kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, target therapy), manajemen efek samping, dan asuhan supportif pasien kanker.

Filosofi hospis, asuhan paliatif holistik, manajemen gejala akhir kehidupan (nyeri, dispnea, delirium), komunikasi terapeutik dengan pasien terminal, dan grief support keluarga.

Sistem penanggulangan bencana, triase START, manajemen korban massal, posko medis lapangan, dan psychological first aid. Mengacu pedoman BNPB dan WHO.

Asuhan keperawatan pada lansia dengan pendekatan holistik. Comprehensive geriatric assessment, manajemen sindrom geriatri, dan paliatif care.

Asuhan keperawatan komunitas berbasis kebutuhan kesehatan masyarakat. Mencakup pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi tingkat komunitas.

Asuhan keperawatan pada kondisi gawat darurat dewasa dan anak. Triase, BHD, BTCLS, dan manajemen pasien kritis di IGD.

Mata kuliah 2 SKS Semester VI: patofisiologi delirium (hipoaktif/hiperaktif/campuran), perbedaan 3D (delirium-demensia-depresi), instrumen 4AT & CAM-ICU, faktor presipitasi-predisposisi, protokol Hospital Elder Life Program (orientasi ulang, mobilisasi dini, higiene tidur, koreksi sensorik, hidrasi-nutrisi, review polifarmasi/kriteria Beers), minimalisasi restraint, edukasi keluarga. Studi 248 lansia 3 RS Jakarta sebagai case-based learning.

Mata kuliah 2 SKS Semester VI: patofisiologi gagal jantung, klasifikasi NYHA, Self-Care Heart Failure Index (SCHFI), monitoring berat badan harian, deteksi tanda perburukan (sesak, edema), diet rendah garam <2g/hari, pembatasan cairan, kepatuhan obat (ACE-I, beta-blocker, diuretik), aktivitas fisik aman, aplikasi digital self-care, manajemen rehospitalisasi. Studi RCT 138 pasien RS Jantung Harapan Kita.

Mata kuliah 3 SKS Semester VI: patofisiologi stroke iskemik-hemoragik, fase akut-subakut-kronik, Range of Motion (ROM) exercise pasif-aktif terjadwal, Fugl-Meyer Assessment, Barthel Index, manajemen disfagia (GUSS screening), pencegahan kontraktur & DVT, positioning, mobilisasi dini, edukasi keluarga, neuroplastisitas. Praktik di Lab KMB + RS rehabilitasi. Studi RCT 156 pasien 3 RS rehabilitasi Jakarta.

Mata kuliah 2 SKS Semester VI: epidemiologi jatuh lansia, faktor risiko intrinsik-ekstrinsik, Morse Fall Scale & Hendrich II assessment, Otago Exercise Programme (latihan keseimbangan-kekuatan progresif), modifikasi lingkungan (handrail, pencahayaan, anti-slip), review polifarmasi, manajemen fear of falling (FES-I). Praktik di Lab Komunitas + kunjungan panti werdha. Studi 216 lansia 6 panti werdha Jakarta sebagai case-based.

Mata kuliah 2 SKS Semester VI: anatomi-fisiologi kulit, etiologi pressure injury, staging NPUAP/EPUAP 2025, Braden Scale risk assessment, bundle SSKIN (Surface, Skin inspection, Keep moving, Incontinence, Nutrition), wound management lanjut, repositioning protocol Q2H, peralatan support surface (air mattress, foam, gel). Praktik di Lab KMB dengan manekin pressure ulcer. Studi 184 pasien stroke 3 RS Tipe A Jakarta sebagai case-based.

Mata kuliah 2 SKS untuk Semester VI: Maslach Burnout Inventory-HSS, faktor risiko psikososial, peran resiliensi (CD-RISC-25), strategi coping evidence-based (mindfulness 8-minggu, peer support, journaling), rotasi shift terstruktur, just culture vs blame culture, leadership untuk patient safety. Studi 312 perawat IGD 4 RS tipe A Jakarta sebagai case-based learning.

Vaksinasi HPV dalam program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), epidemiologi kanker serviks Indonesia, fisiologi HPV, manajemen KIPI, edukasi remaja-orang tua, mitos vaksin, dan strategi peningkatan cakupan.

Modern wound dressing (madu, hydrocolloid, foam, alginate, hydrogel), NPWT, hyperbaric oxygen therapy, asesmen luka Bates-Jensen, biofilm management, edukasi pasien DM, dan sertifikasi ETN (Enterostomal Therapy Nurse).

Transformational leadership Bass & Riggio 4-I framework, change management, conflict resolution, evidence-based decision making, succession planning, dan strategi retensi perawat.

Pemanfaatan wearable dalam praktik: Apple Watch ECG, Fitbit, Mi Band untuk monitoring TD, HR, SpO2, sleep, dan aktivitas. Interpretasi data, alert system, dan integrasi ke care plan.

Sistem manajemen risiko klinis: identifikasi hazard (FMEA), Morse Fall Scale, Braden Scale, EWS, root cause analysis (RCA) IKP, just culture, dan reporting system.

Asuhan postpartum holistik: fisik (involusi, lochea, payudara), psikologis (baby blues, EPDS screening, deteksi dini depresi postpartum), sosial (peran ibu baru), dan spiritual.

Pengembangan soft skills perawat profesional: komunikasi efektif, leadership, teamwork, problem-solving, etiket profesional di rumah sakit, etika berinteraksi dengan pasien-keluarga, dan personal branding di era digital.

Bimbingan intensif persiapan uji kompetensi nasional D3 Keperawatan: review materi 8 area kompetensi (KDM, KMB, anak, maternitas, jiwa, komunitas, gerontik, gadar), 1.500+ soal latihan dengan rationale, dan strategi test-taking.

Konsep kewirausahaan sosial bidang kesehatan: home care, klinik perawat mandiri, konsultan kesehatan, kemampuan analisis pasar, business model canvas, dan etika usaha keperawatan.

Praktik klinik komprehensif 6 minggu di berbagai unit (rawat inap, IGD, ICU, OK, kamar bersalin). Aplikasi proses keperawatan dan kolaborasi interprofesional dalam asuhan pasien kompleks.

Bimbingan penulisan Karya Tulis Ilmiah dengan pendekatan studi kasus atau penelitian sederhana. Mencakup proposal, pengambilan data, analisis, penulisan laporan akhir, dan presentasi sidang.

Konsep manajemen pelayanan keperawatan: fungsi manajemen, manajemen SDM perawat, metode penugasan (fungsional, tim, primer, modular), supervisi klinik, dan timbang terima (handover SBAR).

Pelatihan ini membekali perawat dengan kompetensi melakukan skrining risiko bunuh diri menggunakan Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) versi Indonesia dan menyusun safety plan model Stanley-Brown. Peserta mempelajari struktur subskala C-SSRS (keparahan ide 1-5, intensitas, dan perilaku), teknik wawancara klinis, serta enam langkah Safety Planning Intervention mulai pengenalan tanda peringatan hingga pengamanan sarana mematikan. Modul mencakup teknik de-eskalasi pasien krisis di IGD, dokumentasi keperawatan, alur rujukan ke poli jiwa, serta studi kasus dan simulasi. Evaluasi berupa pre-post test, OSCE skrining, dan penilaian penyusunan safety plan. Sertifikat diberikan kepada peserta yang lulus minimal 80 persen.

Pelatihan 4 hari: indikasi & jenis trakeostomi, teknik suction aman (tekanan, durasi, kedalaman), perawatan stoma & ganti balutan, pembersihan kanul dalam, humidifikasi & manajemen sekret, tanda bahaya (sumbatan, perdarahan, dekanulasi tak disengaja) & penanganan darurat, persiapan discharge planning, edukasi caregiver terstruktur (demonstrasi-redemonstrasi), pendampingan virtual homecare. Sertifikat 24 SKP PPNI + HIPMEBI.

Pelatihan 3 hari: konsep deteksi dini perburukan, 7 parameter NEWS2 (RR, SpO2, suplemen O2, suhu, TD sistolik, nadi, ACVPU), skoring & trigger, jalur eskalasi bertingkat, aktivasi tim medis reaksi cepat, komunikasi SBAR saat eskalasi, simulasi kasus bangsal, modifikasi PEWS (anak) & MEOWS (maternal), audit kepatuhan. Sertifikat 18 SKP PPNI. Berbasis implementasi 412 perawat 4 RS tipe B Jakarta.

Pelatihan 4 hari: epidemiologi DBD Indonesia, virus dengue & vektor Aedes aegypti, 3 fase DBD (febris, kritis, pemulihan), warning signs WHO (perdarahan, nyeri perut hebat, muntah persisten, letargi), manajemen cairan (oral & IV), tatalaksana syok dengue, pemeriksaan lab (trombosit, hematokrit, NS1), 3M Plus & PSN, edukasi komunitas. Sertifikat 24 SKP PPNI + Subdit Arbovirosis Kemenkes.

Pelatihan 5 hari: anatomi sistem pencernaan, jenis stoma (kolostomi, ileostomi, urostomi), teknik perawatan stoma, penggantian kantong (one-piece, two-piece), perawatan kulit peristomal, manajemen komplikasi (dermatitis, retraksi, prolaps, hernia parastomal), diet & irigasi kolostomi, dukungan psikososial, dasar Enterostomal Therapy. Sertifikat 30 SKP PPNI + InWOCNA (perawat stoma).

Pelatihan 4 hari: konsep K3 fasilitas kesehatan, Musculoskeletal Disorders (MSDs) perawat, Rapid Entire Body Assessment (REBA), Nordic Musculoskeletal Questionnaire, body mechanics, patient handling & lifting safety, alat bantu (patient lifter, transfer board, slide sheet), senam peregangan, hazard kerja (jarum, kemoterapi, radiasi, infeksi), needle-stick injury prevention. Sertifikat 24 SKP PPNI + PERDOKI.

Pelatihan 3 hari untuk perawat sekolah & kader: epidemiologi anemia remaja putri Indonesia (32%), patofisiologi anemia defisiensi besi, dampak pada konsentrasi & stunting generasi, program Tablet Tambah Darah (TTD) mingguan, directly observed treatment, edukasi gizi seimbang, sumber zat besi heme-nonheme, integrasi UKS & Aksi Bergizi. Sertifikat 18 SKP PPNI + IBI.

Pelatihan 4 hari: epidemiologi HIV Indonesia, patofisiologi infeksi HIV & CD4, terapi ARV lini 1-2, pentingnya kepatuhan 95%, Morisky Medication Adherence Scale, peer support group, konseling VCT (Voluntary Counseling and Testing), manajemen stigma, WHOQOL-HIV, infeksi oportunistik, PrEP & PEP, universal precaution. Sertifikat 24 SKP PPNI + Subdit HIV Kemenkes.

Pelatihan 5 hari kerjasama HIPPII: konsep Healthcare-Associated Infections (HAIs), 5 momen hand hygiene WHO, VAP Bundle (elevasi kepala, sedation vacation, oral care chlorhexidine, subglottic suctioning), CLABSI bundle, CAUTI prevention, surgical site infection, surveillance infeksi & audit kepatuhan, antimicrobial stewardship, isolasi pasien (kontak, droplet, airborne). Sertifikat 30 SKP PPNI + HIPPII (Himpunan Perawat Pencegah Pengendali Infeksi Indonesia).

Pelatihan 5 hari kerjasama InWCCA: patofisiologi ulkus diabetik, klasifikasi Wagner & Texas, Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), madu Manuka UMF 15+, advanced dressing (hydrocolloid, foam, alginate, hydrofiber), NPWT (Negative Pressure Wound Therapy), debridemen (autolitik, enzimatik, tajam), offloading, biofilm management, pencegahan amputasi. Praktik lab dengan model luka. Sertifikat 30 SKP PPNI + InWCCA.

Pelatihan 4 hari: epidemiologi depresi postpartum Indonesia (14-22%), patofisiologi baby blues vs depresi postpartum vs psikosis postpartum, Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) administrasi & interpretasi, skrining rutin postpartum, konseling suportif, rujukan psikiatri terstruktur, dampak pada bonding & ASI. Role-play 8 skenario. Sertifikat 24 SKP PPNI Jiwa + IBI.

Pelatihan 5 hari: konsep paliatif WHO, 4 pilar paliatif (kontrol gejala, dukungan psikososial, spiritual, dukungan keluarga), Advance Directives sesuai UU Kesehatan No. 17/2023, dokumentasi AD 3 sesi konsultasi terstruktur, manajemen nyeri kanker WHO ladder, dyspnea management, sedasi paliatif, Quality of Dying and Death (QODD) instrument, dukungan keluarga FAMCARE-2, etika DNR/withholding/withdrawing. Sertifikat 30 SKP PPNI + HOSPITALIA Indonesia.

Pelatihan 4 hari intensif kerjasama AHA Indonesia: AHA NRP 7th Edition algorithm, golden minute (60 detik pertama), ventilasi tekanan positif (PPV) optimal, kompresi dada koordinasi 3:1, intubasi neonatus, akses umbilical (UAC/UVC), manajemen mekonium aspiration syndrome, debriefing post-resuscitation, simulation-based education. OSCE 6 station + AHA NRP knowledge test. Sertifikat AHA NRP berlaku 2 tahun.

Pelatihan 5 hari intensif: epidemiologi BBLR Indonesia, klasifikasi BBLR/BBLSR/BBLER, patofisiologi prematuritas, Skin-to-Skin Contact early initiation, Kangaroo Mother Care (KMC) protokol WHO, termoregulasi NICU, manajemen pernapasan (CPAP, ventilator), nutrisi parenteral-enteral, ASI eksklusif via OGT, infeksi nosokomial prevention. Sertifikat 30 SKP PPNI + IPANI.

Pelatihan 5 hari intensif: konsep disaster nursing & 4 fase (mitigasi, kesiapsiagaan, respon, pemulihan), START Triage (Simple Triage And Rapid Treatment) 4 kategori warna (merah/kuning/hijau/hitam), manajemen tenda pengungsian (sanitasi, gizi, mental health), water-borne disease prevention pasca-banjir, koordinasi BPBD-Kemenkes, mental health first aid, simulasi 4 skenario realistis (banjir, gempa, kebakaran, wabah). Sertifikat 30 SKP PPNI + BPBD.

Pelatihan 4 hari: dasar complementary & integrative nursing, aromaterapi (essential oil safety, dilusi 2%, kontraindikasi), musik klasik untuk pasien kritis/post-op/anak, healing touch (energy-based therapy), mindfulness untuk perawat & pasien, integrasi dengan asuhan konvensional, evidence-based practice. Praktik lab dengan 8 skenario. Sertifikat 24 SKP PPNI Komplementer.

Pelatihan 5 hari: epidemiologi TB-MDR Indonesia, mekanisme resistensi RIF/INH, regimen lini-2 (bedaquiline, delamanid), DOTS-Plus WHO framework, role PMO keluarga, edukasi efek samping (ototoksisitas, hepatotoksisitas), home visit protocol, WhatsApp support group, manajemen kepatuhan MMAS-8. Sertifikat 30 SKP PPNI + Subdit TB Kemenkes.

Pelatihan 4 hari: epidemiologi merokok Indonesia (Riskesdas 2024 = 18,8% remaja), neurosains adiksi nikotin, metode 5A (Ask, Advise, Assess, Assist, Arrange), motivational interviewing untuk remaja, role-play konseling 8 skenario, SMS reminder protocol, integrasi PKPR Puskesmas, telekonseling. Sertifikat 24 SKP PPNI + IBI.

Pelatihan 5 hari intensif: epidemiologi DMT2 Indonesia, patofisiologi insulin resistance, klasifikasi obat antidiabetik, monitoring glikemik (HbA1c, GDP, GD2JPP), DSME 7 komponen ADA, motivational interviewing, edukasi berbasis aplikasi mobile (DM-Sehat), DASH diet adaptasi Indonesia, manajemen komplikasi akut & kronik. Sertifikat 30 SKP PPNI.

Pelatihan 3 hari: konsep QoL menurut WHO, struktur 4 domain WHOQOL-BREF, protokol administrasi pada lansia, scoring dan interpretasi norma, adaptasi konteks panti werdha vs komunitas, dan integrasi dengan asuhan keperawatan gerontik.