Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kompetensi melakukan skrining gangguan menelan di sisi tempat tidur pada pasien stroke akut. Materi meliputi anatomi-fisiologi menelan, patofisiologi disfagia neurogenik, dan mekanisme terjadinya pneumonia aspirasi. Mahasiswa berlatih menerapkan Gugging Swallowing Screen (GUSS) tiga tahap, menginterpretasi skor 0-20, menentukan rekomendasi diet dan status puasa (NPO), serta mengisi form audit dokumentasi penundaan diet oral. Pembelajaran menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi laboratorium klinik, dan studi kasus bangsal neurologi. Penilaian mencakup ujian tulis, observasi keterampilan skrining (OSCE), dan laporan asuhan keperawatan gangguan menelan.