Mata kuliah ini membekali mahasiswa kompetensi mendeteksi dini gangguan nutrisi dan sarkopenia pada lansia. Mahasiswa mempelajari perubahan fisiologis penuaan, patofisiologi malnutrisi, dan mekanisme penurunan massa otot. Keterampilan inti meliputi penggunaan instrumen Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF), kuesioner SARC-F, dan pengukuran kekuatan genggaman dengan handgrip dynamometer sesuai ambang batas AWGS 2019. Mahasiswa juga merancang bundle intervensi gizi berupa fortifikasi protein serta program latihan resistensi progresif, menyusun rencana asuhan keperawatan gerontik, dan mendokumentasikan evaluasi. Pembelajaran menggunakan studi kasus panti werdha, praktik laboratorium, dan diskusi reflektif untuk menumbuhkan penalaran klinis berbasis bukti.